Duanwu Jie : Festival Perahu Naga yang Menjaga Ingatan Budaya China

by -2070 Views
Foto ; repro/dok/bolong*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Masyarakat China memperingati Duanwu Jie (端午节) atau Festival Perahu Naga setiap hari kelima bulan kelima kalender lunar dengan berbagai kegiatan budaya, mulai dari perlombaan perahu naga, pembuatan dan penyajian zongzi, pertunjukan tradisional hingga pertemuan keluarga.

Perayaan tersebut tidak hanya berkembang sebagai agenda budaya dan pariwisata, tetapi juga menjadi ruang pewarisan nilai sejarah, kebersamaan serta identitas masyarakat dari satu generasi ke generasi berikutnya.

banner 336x280

UNESCO menetapkan Festival Perahu Naga sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2009.

Duanwu dikenal luas di China dan komunitas keturunan Tionghoa di berbagai negara. Waktunya mengikuti kalender lunar sehingga tanggal Masehi berubah setiap tahun.

Pada 2026, festival tersebut jatuh pada 19 Juni, sementara periode libur nasional berlangsung selama tiga hari.

Data Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China menunjukkan 124 juta perjalanan domestik dilakukan selama libur Duanwu 2026, naik 4,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Belanja pariwisata domestik mencapai 44,46 miliar yuan atau sekitar US$6,52 miliar.

Salah satu unsur paling mudah dikenali adalah lomba perahu naga. Perahu panjang berhias kepala naga melaju di sungai dengan irama pukulan genderang dan kayuhan serempak.

Namun, tradisi tersebut tidak memiliki satu penjelasan sejarah yang sepenuhnya tunggal. Kisah paling populer menghubungkannya dengan Qu Yuan, penyair dan pejabat Negara Chu pada periode Negara-Negara Berperang, sekitar 475–221 SM.

Menurut kisah yang diwariskan, Qu Yuan meninggal dengan menceburkan diri ke Sungai Miluo setelah mengalami pengasingan.

Masyarakat kemudian menggunakan perahu untuk mencari tubuhnya dan melemparkan makanan ke sungai agar tidak dimakan ikan. Cerita inilah yang kemudian sangat kuat dikaitkan dengan lomba perahu naga dan zongzi.

Pemerintah China dan berbagai publikasi budaya nasional terus menampilkan hubungan tersebut sebagai salah satu narasi utama Duanwu.

Kajian akademik menunjukkan sejarahnya lebih kompleks.

Penelitian Cai Tang-gen dari Zhejiang Sci-Tech University mencatat bahwa tradisi perlombaan perahu mengalami perubahan panjang sebelum kemudian semakin erat dikaitkan dengan kisah Qu Yuan, unsur keagamaan dan penggunaan perahu berbentuk naga.

Dengan kata lain, hubungan Qu Yuan dengan Duanwu merupakan bagian penting dari perkembangan makna festival, tetapi sejarah perlombaan perahu sendiri mempunyai lapisan budaya yang lebih tua dan beragam.

Hal serupa berlaku pada praktik penghormatan kepada leluhur. Tidak tepat menyebut persembahan kepada leluhur sebagai ritual wajib seluruh masyarakat China saat Duanwu.

Tradisi berbeda menurut daerah, komunitas dan keluarga.

UNESCO mencatat bahwa perayaan di berbagai wilayah dapat mencakup upacara penghormatan kepada tokoh atau pahlawan lokal, perlombaan, jamuan makanan, pertunjukan seni serta ritual perlindungan tradisional.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.