Jembatan Biru Baubau Rusak, F-PBB DPRD Desak Rehabilitasi Segera

by -2217 Views
Foto ; repro/dok/pbb*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dari Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB), Rosni, mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan rehabilitasi Jembatan Biru yang menghubungkan Pulau Makasar dengan daratan Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Desakan tersebut disampaikan menyusul kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan akibat kerusakan pada sejumlah bagian konstruksi, sementara infrastruktur sepanjang sekitar 1,3 kilometer itu menjadi akses utama masyarakat Pulau Makasar menuju pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik di Kota Baubau.

banner 336x280

Rosni menegaskan bahwa upaya perbaikan Jembatan Biru telah diperjuangkannya melalui dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tenggara agar dapat masuk dalam program prioritas pembangunan daerah.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan karena kondisi jembatan saat ini berpotensi mengancam keselamatan masyarakat yang setiap hari melintas.

“Perbaikan jembatan ini sudah kami dorong agar masuk dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Tenggara sehingga dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera direalisasikan,” ujar Rosni.

Jembatan Biru merupakan salah satu infrastruktur strategis di Kota Baubau yang menghubungkan kawasan Pulau Makasar dengan wilayah daratan utama.

Sejak diresmikan pada tahun 2017, jembatan tersebut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, terutama bagi ribuan warga yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada akses tersebut.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kondisi fisik jembatan mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Sejumlah bagian tiang penyangga dilaporkan mengalami penurunan kualitas, sementara beberapa sandaran jembatan tampak rusak dan membutuhkan perbaikan segera.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait aspek keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Bagi warga Pulau Makasar, keberadaan Jembatan Biru bukan sekadar sarana transportasi, melainkan penghubung utama kehidupan sosial dan ekonomi.

Setiap hari, masyarakat menggunakan jembatan tersebut untuk bekerja, bersekolah, berbelanja, hingga mengakses layanan kesehatan dan pemerintahan di Kota Baubau.

Karena itu, kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Rosni menilai pemerintah daerah perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur tersebut.

Menurutnya, investasi pada perawatan dan rehabilitasi jembatan jauh lebih efektif dibandingkan menunggu kerusakan semakin parah yang pada akhirnya membutuhkan biaya pembangunan lebih besar.

Ia menegaskan bahwa fungsi strategis Jembatan Biru menjadikannya aset publik yang harus dijaga keberlanjutannya.

Selain berfungsi sebagai penghubung wilayah, jembatan tersebut juga menjadi ikon Kota Baubau yang dikenal luas oleh masyarakat Sulawesi Tenggara maupun wisatawan.

Dalam konteks pembangunan daerah, infrastruktur transportasi memiliki peran vital dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.