Maling Mangga Kabur, Tinggalkan Motor di Permukiman Warga

by -2132 Views
Foto ; repro/dok/matas*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Dua pria yang diduga melakukan pencurian buah mangga panik dan melarikan diri setelah kepergok warga di Jalan Taekwondo 1, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (21/5/2026) malam.

Dalam peristiwa tersebut, kedua terduga pelaku meninggalkan sepeda motor yang digunakan saat beraksi dan hingga kini kendaraan tersebut masih diamankan warga sambil menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang.

banner 336x280

Peristiwa yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk itu sontak menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga keluar rumah setelah mendengar teriakan dan keributan di sekitar lokasi kejadian.

Dalam suasana gelap malam, dua pria yang diduga hendak mencuri mangga disebut berupaya melarikan diri ketika aksinya diketahui pemilik rumah dan warga sekitar.

Menurut keterangan warga, kejadian bermula ketika beberapa orang melihat gerak-gerik mencurigakan di sekitar pohon mangga milik warga setempat.

Kedua pria tersebut diduga memanfaatkan kondisi lingkungan yang mulai sepi untuk mengambil buah mangga di pekarangan rumah warga.

Namun, aksi mereka tidak berjalan mulus. Salah seorang warga yang mengetahui aktivitas mencurigakan itu langsung berteriak sehingga memancing perhatian warga lain di sekitar lokasi.

Mendengar teriakan tersebut, kedua pria itu panik dan langsung melarikan diri meninggalkan tempat kejadian.

Dalam kondisi tergesa-gesa, mereka bahkan tidak sempat membawa sepeda motor yang digunakan saat datang ke lokasi.

Kendaraan roda dua tersebut akhirnya diamankan warga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saat diteriaki warga, mereka langsung kabur. Motornya tertinggal di lokasi,” ujar salah seorang warga yang berada di sekitar tempat kejadian.

Motor yang ditinggalkan itu kemudian dipindahkan ke lokasi aman oleh warga sekitar.

Hingga Kamis malam, kendaraan tersebut masih berada dalam pengawasan warga sambil menunggu kemungkinan pemiliknya kembali ataupun penanganan dari aparat kepolisian.

Peristiwa ini dengan cepat menyebar di lingkungan sekitar dan menjadi bahan pembicaraan warga.

Banyak masyarakat menyayangkan masih adanya aksi pencurian buah di kawasan permukiman yang selama ini dikenal cukup aman dan kondusif.

Sejumlah warga menilai pencurian buah, meskipun terlihat sepele, tetap merupakan tindakan melanggar hukum dan meresahkan masyarakat.

Apalagi, aksi tersebut dilakukan di area rumah tinggal yang menjadi ruang privat warga.

“Kalau dibiarkan, lama-lama bukan cuma buah yang hilang. Bisa saja berkembang ke tindak kriminal lainnya,” kata seorang warga lainnya.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.