SAR Perluas Pencarian Pemancing Hilang di Selat Karimata

by -2194 Views
Foto ; repro/dok/bi*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang pemancing yang diduga terjatuh ke laut di perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.

Hingga memasuki hari ketiga pencarian pada Selasa (19/5/2026), korban bernama Haris Sukhatno (44), warga Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, masih belum ditemukan.

banner 336x280

Operasi pencarian dilakukan secara intensif oleh Basarnas bersama unsur TNI, Polairud, nelayan, dan relawan dengan menyisir sejumlah titik perairan di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban yang dilaporkan hilang saat mengikuti kegiatan memancing bersama rombongan di Selat Karimata.

Suasana haru dan penuh harapan tampak menyelimuti Posko Pencarian di Pelabuhan ASDP Manggar.

Pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB, suara mesin kapal motor terdengar memecah keheningan ketika armada pencarian kembali merapat ke pelabuhan usai melakukan penyisiran di sejumlah titik laut.

Keluarga korban yang sejak siang menunggu di posko tampak terus memantau kedatangan kapal SAR dengan penuh kecemasan.

Sejumlah warga dan kerabat juga terlihat berkumpul untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga Haris Sukhatno.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Haris berangkat memancing pada Minggu (17/5/2026) bersama rombongan yang terdiri dari 13 orang, satu kapten kapal, dan satu anak buah kapal atau ABK.

Rombongan diketahui menuju kawasan perairan Selat Karimata yang dikenal sebagai salah satu titik favorit pemancing di wilayah Belitung Timur.

Namun saat tiba di lokasi pemancingan, korban diduga terjatuh ke laut. Rekan-rekan korban disebut sempat melakukan pencarian awal di sekitar kapal, tetapi Haris tidak berhasil ditemukan.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat dan tim SAR gabungan segera melakukan operasi pencarian.

Koordinator tim pencarian mengatakan upaya penyisiran terus diperluas karena kondisi arus laut di kawasan Selat Karimata cukup kuat dan dapat menyebabkan korban terbawa menjauh dari titik awal kejadian.

“Pencarian dilakukan dengan memperluas radius penyisiran berdasarkan perhitungan arah arus dan kondisi cuaca di lapangan,” ujar salah satu petugas SAR.

Dalam operasi pencarian, tim gabungan menggunakan kapal cepat, peralatan navigasi, serta dukungan nelayan lokal yang memahami karakteristik perairan setempat.

Penyisiran dilakukan sejak pagi hingga malam hari dengan fokus pada jalur yang diperkirakan menjadi lintasan arus laut. Namun hingga hari ketiga, korban masih belum ditemukan.

Selat Karimata sendiri dikenal sebagai jalur perairan yang memiliki arus cukup kuat dan cuaca yang dapat berubah secara cepat. Wilayah laut tersebut menjadi salah satu penghubung penting di kawasan perairan Indonesia bagian barat sekaligus dikenal memiliki potensi perikanan yang cukup besar.

Meski demikian, aktivitas di kawasan perairan terbuka seperti Selat Karimata memiliki risiko tinggi apabila faktor keselamatan tidak diperhatikan secara maksimal.

Pengamat keselamatan pelayaran menilai penggunaan alat keselamatan pribadi seperti pelampung harus menjadi standar wajib dalam setiap aktivitas laut, termasuk kegiatan memancing rekreasi.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.