Maras Taun Tanjung Rusa Perkuat Tradisi & Persatuan Warga

by -2114 Views
Foto ; dok/kominfo*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Tradisi adat Maras Taun kembali digelar masyarakat Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Selasa (19/5/2026), sebagai bentuk pelestarian budaya warisan leluhur sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.

Kegiatan yang dipusatkan di rumah Dukun Kampung Desa Tanjung Rusa tersebut dihadiri masyarakat, tokoh adat, perangkat desa, hingga Wakil Bupati Belitung Syamsir.

banner 336x280

Dalam pelaksanaannya, warga mengikuti rangkaian ritual adat, doa bersama, pertunjukan seni tradisional, serta makan bersama sebagai simbol rasa syukur atas nikmat Tuhan dan hasil alam yang diperoleh masyarakat selama setahun terakhir.

Suasana sakral dan penuh kebersamaan terasa sejak pagi hari di kawasan rumah adat tempat tradisi berlangsung.

Warga dari berbagai usia tampak berkumpul mengenakan pakaian khas Melayu Belitung. Beberapa membawa hidangan tradisional untuk disantap bersama usai prosesi adat selesai.

Tradisi Maras Taun yang telah diwariskan secara turun-temurun itu kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan sosial.

Kepala Desa Tanjung Rusa, Zuhaidi, mengatakan tradisi Maras Taun bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dipertahankan.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi perekat hubungan sosial masyarakat kampung sekaligus sarana menanamkan nilai kebersamaan kepada generasi muda.

“Pesan aku kepada wargaku, ayo kita majukan kampung kita Tanjung Rusa, mari jaga tradisi ini agar tidak hilang dan tetap cintai budaya daerah,” ujar Zuhaidi di hadapan warga.

Ia menilai keberlangsungan tradisi adat sangat bergantung pada kepedulian masyarakat sendiri.

Karena itu, pemerintah desa terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam setiap kegiatan budaya agar tradisi tidak terputus oleh perkembangan zaman.

Tradisi Maras Taun sendiri merupakan salah satu ritual adat masyarakat Belitung yang memiliki makna mendalam. Dalam budaya masyarakat Melayu Belitung,

Maras Taun menjadi bentuk ungkapan syukur atas hasil alam, keselamatan, kesehatan, dan keberkahan hidup yang diberikan Tuhan kepada masyarakat selama satu tahun.

Secara filosofis, tradisi ini juga mengandung pesan penting tentang hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Masyarakat diajak untuk menjaga keseimbangan hidup, menghormati alam, serta memperkuat solidaritas sosial di lingkungan kampung.

Wakil Bupati Belitung, Syamsir, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa tradisi seperti Maras Taun harus terus dipertahankan karena memiliki nilai sosial dan budaya yang sangat kuat.

Menurutnya, kekompakan masyarakat kampung banyak lahir dari tradisi-tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

“Ini yang harus dipertahankan Bapak Ibu, karena disampaikan orang tua kita, adat istiadat kita ini yang harus dijaga sampai kapan pun. Karena disinilah letak kekompakannya,” kata Syamsir.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.