Jusuf Kalla Ungkap Sulitnya Tokoh Luar Jawa Jadi Presiden

by -2139 Views
Foto ; dok/tribunvideo*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mengungkapkan bahwa tokoh politik yang berasal dari luar Pulau Jawa masih menghadapi tantangan besar untuk bisa menjadi presiden di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan JK saat memberikan sambutan dalam acara Tasyakuran Milad ke-84 yang digelar di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2026), di hadapan sejumlah tokoh nasional, akademisi, diplomat, dan sahabat dekatnya.

banner 336x280

Dalam kesempatan tersebut, JK membagikan pengalaman perjalanan politiknya mulai dari anggota DPR, menteri, hingga dua kali menjabat wakil presiden, namun mengaku langkah menuju kursi presiden belum berhasil karena faktor geopolitik dan dominasi politik Pulau Jawa dalam kontestasi nasional.

Pernyataan JK langsung menyita perhatian publik karena menyentuh isu sensitif mengenai representasi politik kawasan di Indonesia.

Sebagai salah satu tokoh nasional senior yang berasal dari luar Jawa, tepatnya dari Sulawesi Selatan, JK dinilai memiliki pengalaman panjang dalam memahami dinamika kekuasaan nasional.

Dalam pidatonya, JK menceritakan awal mula dirinya masuk ke dalam lingkaran pemerintahan nasional. Ia menyebut perjalanan politiknya terjadi secara bertahap dan tidak direncanakan secara ambisius sejak awal.

“Kemudian waktu masuk politik, tidak sengaja sebenarnya. Ajak anggota MPR utusan daerah. Waktu tiba-tiba Pak Gus Dur usul kabinet, terus, ‘Siapa yang mewakili Indonesia Timur?’

Cuma satu yang bisa, cuma saya. Masuklah saya kabinet,” ujar JK disambut tepuk tangan tamu undangan.

Nama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memang menjadi bagian penting dalam perjalanan politik JK.

Saat pemerintahan Gus Dur terbentuk pasca-Reformasi, JK dipercaya masuk kabinet sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Dari titik itulah karier politiknya terus menanjak.

JK menjelaskan bahwa dirinya menjalani hampir seluruh tahapan penting dalam dunia politik nasional.

Ia pernah menjadi anggota DPR, menteri, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, hingga akhirnya dipercaya menjadi wakil presiden dalam dua periode pemerintahan berbeda.

Pada Pemilu Presiden 2004, JK mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono dan berhasil memenangkan kontestasi nasional. Sepuluh tahun kemudian, ia kembali dipercaya menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada periode 2014-2019.

Namun, meskipun memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dan dikenal sebagai tokoh berpengaruh, JK mengaku langkahnya menuju posisi presiden tidak berhasil.

“Jadi anggota DPR dulu, jadi menteri, kemudian jadi Menko Kesra, wakil presiden. Ke presiden, gagal. Memang kita orang luar Jawa, agak sulit,” katanya.

Pernyataan tersebut memunculkan diskusi luas mengenai realitas politik nasional yang selama ini dinilai masih sangat dipengaruhi faktor geografis dan konsentrasi pemilih di Pulau Jawa.

Secara demografis, Pulau Jawa memang menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan lebih dari separuh populasi Indonesia berada di Jawa, sehingga pengaruh politik kawasan ini sangat dominan dalam pemilu nasional.

banner 336x280