Ferry Latuhihin Soroti Rupiah, Kirim Pesan Keras ke Prabowo

by -2922 Views
Foto ; dok/tribunvideo*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Ekonom senior Ferry Latuhihin menyampaikan kritik terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto melalui sebuah video yang dipublikasikan di kanal YouTube pribadinya pada Kamis (4/6/2026).

Dalam pesan tersebut, Ferry menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilainya menjadi faktor utama meningkatnya tekanan terhadap pasar keuangan nasional.

banner 336x280

Melalui video yang dikemas sebagai surat terbuka kepada kepala negara, Ferry meminta pemerintah segera melakukan koreksi kebijakan guna memulihkan kepercayaan pelaku pasar dan mengurangi risiko yang membayangi perekonomian Indonesia.

Pernyataan Ferry muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi pasar keuangan domestik.

Dalam beberapa pekan terakhir, pelemahan rupiah dan fluktuasi pasar saham menjadi sorotan pelaku usaha, investor, hingga masyarakat luas karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Situasi tersebut mendorong berbagai kalangan untuk menyampaikan pandangan dan rekomendasi terkait langkah yang perlu ditempuh pemerintah.

Dalam video tersebut, Ferry menyampaikan pandangan yang cukup tegas mengenai prospek nilai tukar rupiah.

Ia menilai tekanan terhadap mata uang nasional masih berpotensi berlanjut apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah yang mampu mengembalikan keyakinan pasar.

“Saya tetap sangat yakin bahwa dolar berpotensi ke arah Rp20.000. Mungkin bulan ini,” ujar Ferry dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya.

Prediksi tersebut menjadi salah satu bagian yang paling banyak mendapat perhatian karena menyangkut kondisi fundamental ekonomi yang memiliki dampak luas terhadap aktivitas bisnis dan kehidupan masyarakat.

Jika nilai tukar rupiah terus melemah, biaya impor bahan baku, energi, hingga berbagai barang konsumsi berpotensi meningkat.

Kondisi itu dapat memicu tekanan inflasi dan menambah beban dunia usaha yang masih menghadapi tantangan pemulihan ekonomi global.

Selain menyoroti kurs rupiah, Ferry juga mengkritik kondisi pasar modal Indonesia yang menurutnya mengalami tekanan serius.

Ia menilai kepercayaan investor terhadap pasar domestik mengalami penurunan akibat sejumlah kebijakan yang dianggap tidak ramah terhadap pelaku pasar.

Menurut Ferry, persoalan utama bukan semata-mata berasal dari faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global atau kebijakan moneter Amerika Serikat.

Ia berpendapat bahwa berbagai kebijakan di dalam negeri turut memberikan kontribusi terhadap meningkatnya tekanan terhadap rupiah maupun pasar saham.

“Yang menyebabkan tekanan begitu bertubi-tubi terhadap rupiah maupun harga saham adalah kebijakan-kebijakan pemerintah yang sama sekali tidak welcome terhadap para pelaku pasar.

Pemerintah bikin banyak sekali blunder,” kata Ferry.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.