Guru Honorer Mengabdi 40 Tahun, Gaji Terakhir Rp414 Ribu

by -2483 Views
Foto ; repro/dok/fb*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Kisah seorang guru honorer bernama Bu Ijah kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkapkan perjalanan pengabdiannya selama 40 tahun sebagai tenaga pendidik.

Melalui unggahan di media sosial, Bu Ijah memperlihatkan slip gaji terakhir yang diterimanya sebelum memasuki masa purna bakti pada Juni 2026.

banner 336x280

Nominal gaji sebesar Rp414 ribu yang diterimanya memicu beragam tanggapan masyarakat sekaligus menghidupkan kembali diskusi mengenai kesejahteraan guru honorer di Indonesia.

Unggahan tersebut menarik perhatian warganet karena memperlihatkan realitas yang masih dihadapi sebagian tenaga pendidik honorer.

Dalam keterangannya, Bu Ijah menegaskan bahwa unggahan itu bukan bertujuan untuk mengeluh ataupun mencari simpati.

Ia hanya ingin membagikan kisah pengabdiannya sebagai bagian dari perjalanan panjangnya mendidik generasi bangsa.

“Ini bukan untuk mengeluh atau mencari perhatian.

Saya hanya ingin berbagi cerita tentang perjalanan saya selama menjadi guru honorer,” tulis Bu Ijah dalam unggahan yang kemudian banyak dibagikan di berbagai platform media sosial.

Selama empat dekade mengajar, Bu Ijah mengaku tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan.

Keputusan Bu Ijah mengakhiri masa baktinya pada Juni 2026 menjadi penutup dari perjalanan panjang yang dipenuhi dedikasi.

Selama bertahun-tahun, ia telah mendampingi banyak siswa yang kini telah tumbuh menjadi bagian dari masyarakat dengan berbagai profesi.

Meski demikian, pengabdian panjang tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan yang diterimanya.

Nominal gaji terakhir sebesar Rp414 ribu menjadi sorotan utama publik. Banyak masyarakat menilai angka tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, terlebih di tengah meningkatnya biaya kebutuhan pokok.

Kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai sistem kesejahteraan bagi guru honorer yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

Di media sosial, berbagai komentar bermunculan. Sebagian besar warganet menyampaikan apresiasi atas dedikasi Bu Ijah yang tetap mengabdi selama puluhan tahun meski menerima penghasilan yang relatif kecil.

Tidak sedikit pula yang berharap kisah tersebut dapat menjadi perhatian para pemangku kebijakan dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Guru honorer selama ini memiliki peran penting dalam membantu proses belajar mengajar di berbagai daerah.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.