HJKM ke-155, Manggar Siapkan Ikon Kota & Pusat Ekonomi Baru

by -2974 Views
Foto ; repro/dok/tribratapostcom*
banner 468x60

Gagasan menghadirkan bioskop kecil di area tersebut juga menunjukkan upaya pemerintah mencari bentuk hiburan yang lebih beragam.

Lokasi akhir, desain, jadwal pelaksanaan, dan mekanisme pengelolaan fasilitas tetap perlu mengikuti hasil perencanaan resmi.

banner 336x280

Wakil Bupati Belitung, Syamsirwan, dalam kesempatan yang sama mengajak kedua pemerintah kabupaten di Pulau Belitung memperkuat kerja sama.

Ia berharap pertumbuhan Manggar dapat berjalan beriringan dengan kemajuan Tanjungpandan dan kawasan lain di pulau tersebut.

Kolaborasi lintas kabupaten dinilai relevan bagi pengembangan pariwisata, jaringan transportasi, promosi produk lokal, dan penyelenggaraan kegiatan yang dapat menarik pengunjung dari luar daerah.

Dari perspektif perencanaan perkotaan, pembangunan fasilitas baru perlu mempertimbangkan hubungan antara ruang publik, mobilitas warga, kegiatan ekonomi, dan lingkungan.

UN-Habitat, lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani permukiman manusia, menekankan pentingnya ruang publik yang mudah diakses, terhubung, aman, inklusif, dan terpelihara.

Pedoman City-Wide Public Space Strategies juga mendorong pemerintah kota menyusun strategi yang terintegrasi, bukan mengembangkan setiap lokasi secara terpisah.

Prinsip tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Manggar dalam merancang Simpang Lima, pusat kuliner, dan kawasan tepi sungai.

Penerapannya dapat dimulai dengan konsultasi publik sebelum desain pembangunan ditetapkan.

Warga, pedagang, kelompok pemuda, komunitas budaya, penyandang disabilitas, serta pelaku pariwisata perlu memperoleh kesempatan menyampaikan kebutuhan dan kekhawatiran mereka.

Masukan tersebut dapat membantu pemerintah menentukan jalur pejalan kaki, ruang parkir, penerangan, akses kendaraan darurat, fasilitas sanitasi, dan titik kegiatan komunitas yang sesuai dengan kondisi setempat.

Penataan Sungai Manggar dan kolong bekas tambang juga perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan yang bertanggung jawab. Secara historis, pertambangan timah berperan penting dalam perkembangan Manggar.

Karena itu, kawasan bekas tambang berpotensi menjadi sarana pembelajaran sejarah dan lingkungan, sepanjang kondisi lahannya dinilai aman dan sesuai untuk pemanfaatan baru.

Pemeriksaan kualitas air, kestabilan tanah, kemungkinan pencemaran, dan kebutuhan konservasi harus mendahului keputusan menjadikannya destinasi rekreasi.

Dari sisi ekonomi, keberhasilan pengembangan kawasan baru dapat dilihat melalui bertambahnya kesempatan usaha, peningkatan kunjungan, dan semakin luasnya pasar produk lokal.

Pemerintah daerah dapat menyiapkan sistem pendataan pelaku UMKM, pelatihan pemasaran digital, serta mekanisme evaluasi kegiatan untuk mengukur manfaat ekonomi secara lebih objektif.

Kebijakan itu penting agar peluang usaha tidak hanya dinikmati pedagang yang telah memiliki modal besar, tetapi juga terbuka bagi usaha rumahan dan pelaku ekonomi dari desa-desa di sekitar Manggar.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.