HJKM ke-155, Manggar Siapkan Ikon Kota & Pusat Ekonomi Baru

by -2843 Views
Foto ; repro/dok/tribratapostcom*
banner 468x60

Gambaran mengenai potensi tersebut muncul selama bazar UMKM HJKM ke-155 pada 9–11 Oktober 2026.

Martisa, pedagang berusia 44 tahun dari Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, mengungkapkan omzet tunai sebesar Rp900 ribu pada hari pertama, Rp1,2 juta pada hari kedua, dan Rp2 juta pada malam terakhir.

banner 336x280

Ia menyebut transaksi digital melalui QRIS belum masuk dalam perhitungan tersebut. Pengalaman ini disampaikan dalam laporan resmi Pemkab Belitung Timur pada 12 Oktober 2026.

Pencapaian pedagang tersebut merupakan pengalaman individual, bukan gambaran keseluruhan pendapatan peserta bazar.

Namun, kasus itu menunjukkan bagaimana agenda peringatan daerah dapat membuka pasar sementara bagi produk makanan, minuman, dan jajanan lokal.

Agar dampaknya berkelanjutan, pemerintah dapat menyelaraskan bazar dengan kalender wisata, promosi digital, dan pendampingan usaha sehingga peningkatan permintaan tidak hanya terjadi selama perayaan.

Rangkaian HJKM juga memuat kegiatan budaya dan pendidikan.

Pemerintah daerah menyelenggarakan lomba cerdas cermat bagi pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah pertama, lomba lukis bertema sejarah Manggar, lomba kreasi kue tradisional Belitong oleh kelompok PKK, serta perlombaan lainnya.

Kehadiran aktivitas semacam ini memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sejarah tempat tinggal mereka sekaligus mengembangkan kreativitas.

Penutupan kegiatan pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, dilakukan oleh Bupati Kamarudin Muten di Taman Kreasi Kantor Camat Manggar.

Tradisi Makan Bedulang turut menjadi bagian dari peringatan. Dalam kebudayaan masyarakat Belitung, makan bersama dengan hidangan yang disajikan dalam dulang mencerminkan nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap tamu.

Tradisi ini dapat menjadi sarana pewarisan nilai lokal di tengah perubahan sosial dan pembangunan fisik.

Pelestarian budaya akan semakin bermakna apabila disertai dukungan kepada perajin, kelompok seni, pelaku kuliner tradisional, dan komunitas yang menjaga praktik budaya tersebut.

Riwayat Manggar sendiri berhubungan erat dengan sejarah pertambangan timah di Pulau Belitung. Profil resmi kecamatan mencatat bahwa wilayah itu dijelajahi oleh ahli tambang dari Billiton Maatschappij pada dasawarsa 1860-an.

Tambang timah didirikan di sisi kanan Sungai Manggar pada 1863, sedangkan nama distrik Manggar digunakan sejak 1866.

Tanggal 8 Oktober 1871 kemudian dipilih sebagai hari jadi karena berkaitan dengan masuknya pendatang dari Tiongkok ke kawasan tersebut.

Perkembangan sejarah itu berlangsung dalam konteks industri pertambangan kolonial dan perpindahan penduduk.

Arsip mengenai sejarah Belitung Timur mencatat bahwa aktivitas perusahaan tambang membentuk pusat permukiman, pelabuhan, serta jaringan ekonomi yang menghubungkan kawasan timur Belitung dengan pasar di luar pulau.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.