Jusuf Kalla Ungkap Sulitnya Tokoh Luar Jawa Jadi Presiden

by -2140 Views
Foto ; dok/tribunvideo*
banner 468x60

Dalam sejarah Indonesia modern, sebagian besar presiden lahir atau memiliki basis politik kuat di Pulau Jawa.

Mulai dari Soekarno, Soeharto, Bacharuddin Jusuf Habibie, hingga Joko Widodo memiliki kedekatan politik dengan Jawa sebagai pusat kekuasaan nasional.

banner 336x280

Habibie memang berasal dari Sulawesi Selatan, namun masa pemerintahannya berlangsung sangat singkat sebagai presiden transisi pasca-reformasi.

Dalam konteks pemilu langsung, belum ada tokoh luar Jawa yang berhasil memenangkan kursi presiden melalui pemilihan rakyat secara penuh.

Pengamat politik menilai pernyataan JK bukan sekadar keluhan pribadi, tetapi refleksi terhadap realitas politik Indonesia yang masih terpusat di Jawa.

Faktor infrastruktur politik, kekuatan partai, akses ekonomi, media nasional, hingga persebaran pemilih membuat tokoh luar Jawa membutuhkan energi politik lebih besar untuk membangun popularitas nasional.

Meski demikian, sejumlah analis juga melihat adanya perubahan dalam pola politik Indonesia beberapa tahun terakhir.

Keterbukaan media digital dan meningkatnya kesadaran representasi daerah dinilai mulai membuka peluang lebih luas bagi tokoh dari luar Jawa untuk tampil di panggung nasional.

Dalam acara milad tersebut, sejumlah tokoh nasional turut hadir memberikan penghormatan kepada JK. Di antaranya Anies Baswedan, Rachmat Gobel, Komaruddin Hidayat, Sudirman Said, hingga Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia.

Kehadiran berbagai tokoh lintas latar belakang itu menunjukkan posisi JK yang masih memiliki pengaruh kuat dalam percaturan politik nasional.

Selain dikenal sebagai politisi senior, JK juga dikenal luas sebagai tokoh perdamaian yang berperan dalam sejumlah penyelesaian konflik di Indonesia, seperti konflik Poso dan Aceh.

Pada kesempatan itu, JK juga memperkenalkan empat buku yang mengulas perjalanan hidup dan kiprahnya selama puluhan tahun di dunia politik dan kemanusiaan.

Buku-buku tersebut berjudul *Hentikan Konflik: 7 Kunci Sukses Perdamaian Jusuf Kalla*, *Kepemimpinan Idiosinkratik Jusuf Kalla*, *JK Dalam Pusaran Algoritma*, dan *Jejak Kemanusiaan Jusuf Kalla*.

Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan panjang JK sebagai tokoh nasional yang tidak hanya bergerak di bidang politik, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan dan perdamaian.

Di mata banyak kalangan, JK dikenal sebagai figur yang memiliki gaya komunikasi lugas dan langsung.

Pernyataannya mengenai sulitnya tokoh luar Jawa menjadi presiden dinilai mencerminkan karakter JK yang terbuka dalam menyampaikan pandangan politik.

Diskusi mengenai dominasi Jawa dalam politik nasional sebenarnya bukan isu baru.

Sejak era reformasi, sejumlah tokoh daerah kerap mendorong penguatan desentralisasi dan pemerataan representasi nasional agar Indonesia tidak terlalu berpusat pada Pulau Jawa.

banner 336x280