Mahasiswa Turun Jalan, Soroti Arah Ekonomi Nasional

by -2275 Views
Foto ; dok/ilustrasi/tribunvideo*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” mulai berkumpul di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, sebelum bergerak menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada pekan ini untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi ekonomi nasional, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), biaya hidup masyarakat, serta sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.

Aksi yang dipelopori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan yang menyiapkan 4.151 personel gabungan Polri dan TNI guna memastikan penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

banner 336x280

Aksi mahasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi demokrasi yang kembali mencuat di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai isu ekonomi dan sosial yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.

Sejak pagi hari, massa mulai berkumpul di lingkungan kampus sebelum melakukan konsolidasi dan bergerak menuju titik aksi di pusat ibu kota.

Dalam pernyataan sikapnya, BEM UI menyampaikan sejumlah tuntutan yang menurut mereka perlu mendapat perhatian pemerintah.

Mahasiswa menilai Indonesia tengah menghadapi tantangan ekonomi yang tidak sederhana, mulai dari tekanan fiskal, dinamika moneter, hingga kondisi pasar keuangan yang dinilai memerlukan langkah antisipatif dan evaluasi kebijakan secara menyeluruh.

Selain menyoroti pengelolaan anggaran negara, massa aksi juga menyampaikan aspirasi terkait harga BBM, harga kebutuhan pokok, efektivitas sejumlah program pemerintah, serta isu tata kelola pemerintahan yang dianggap berkaitan langsung dengan kondisi kesejahteraan masyarakat.

Koordinator aksi dari kalangan mahasiswa menyebut demonstrasi tersebut bukan semata-mata bentuk kritik, melainkan upaya menyampaikan pandangan dan aspirasi masyarakat yang mereka himpun dari berbagai kelompok sosial.

Menurut mereka, meningkatnya biaya hidup, perubahan harga sejumlah kebutuhan dasar, serta ketidakpastian ekonomi global menjadi faktor yang memengaruhi kondisi masyarakat di berbagai daerah.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi secara terbuka dan damai.

Tujuannya agar pemerintah mendengar suara masyarakat serta melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai belum memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan rakyat,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam keterangan yang disampaikan sebelum aksi berlangsung.

Di kawasan Bundaran HI, situasi pada awal kegiatan terpantau relatif kondusif.

Aktivitas masyarakat berlangsung normal meskipun aparat keamanan telah melakukan pengaturan lalu lintas dan menempatkan personel di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kepadatan massa.

Polda Metro Jaya menyatakan pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif.

Aparat menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin konstitusi, selama pelaksanaannya tetap memperhatikan ketertiban umum dan tidak melanggar hukum.

Sebanyak 4.151 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal jalannya demonstrasi.

Pengamanan melibatkan unsur kepolisian, TNI, serta instansi terkait guna memastikan keamanan peserta aksi maupun masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Pengamat sosial menilai aksi mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat selama dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.