Misteri Tujuh Tajau Tuana Tuha, Kisah Leluhur yang Tetap Hidup

by -2868 Views
Foto ; repro/dok/fb*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Di tengah masyarakat Kutai, khususnya di wilayah Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berkembang sebuah kisah turun-temurun tentang tujuh tajau atau guci besar kuno yang keberadaannya hingga kini belum diketahui secara pasti.

Cerita tersebut tidak hanya berkaitan dengan benda peninggalan masa lalu, tetapi juga dibalut kepercayaan, pantangan, dan kisah mistis yang membuat tujuh tajau itu tetap menjadi bagian dari ingatan masyarakat setempat.

banner 336x280

Menurut cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi, tujuh tajau tersebut bukan benda biasa.

Masyarakat terdahulu meyakini adanya kekuatan tertentu yang berkaitan dengan keberadaan tajau tersebut. Karena itu, benda-benda tersebut dipercaya harus dihormati dan tidak boleh diperlakukan sembarangan.

Salah satu pantangan yang paling dikenal dalam cerita tersebut adalah larangan melihat atau mengintip ke dalam tajau.

Konon, siapa pun yang berani menengok ke dalam salah satu tajau dapat mengalami kejadian yang dianggap berada di luar nalar manusia.

Dalam versi cerita yang berkembang di tengah masyarakat, orang yang melanggar pantangan tersebut dipercaya dapat terkena pengaruh ilmu gaib hingga berubah menjadi kuyang.

Kuyang sendiri dikenal dalam kepercayaan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan sebagai sosok makhluk mistis berupa kepala manusia yang dapat terbang dengan organ tubuh yang masih menggantung di bawahnya.

Namun, gambaran mengenai kuyang merupakan bagian dari folklor dan kepercayaan masyarakat, bukan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Versi lain mengenai tujuh tajau menyebutkan bahwa akibat melanggar pantangan tidak selalu dipercaya terjadi secara langsung.

Orang yang melihat ke dalam tajau konon dapat mengalami gangguan, sakit yang tidak biasa, atau kejadian aneh setelahnya.

Cerita tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah peringatan bagi masyarakat agar tidak sembarangan menyentuh, membuka, ataupun mengambil benda yang dianggap memiliki nilai sejarah dan berkaitan dengan leluhur.

Menariknya, hingga kini lokasi pasti ketujuh tajau tersebut tidak diketahui secara luas.

Tidak terdapat kepastian yang dapat memastikan di mana benda-benda itu berada, apakah masih tersimpan di suatu tempat, telah berpindah tangan, rusak, atau bahkan sebenarnya merupakan bagian dari cerita rakyat yang mengalami perubahan dalam proses pewarisannya.

Ketidakpastian tersebut justru membuat kisah tujuh tajau Tuana Tuha semakin menarik.

Bagi sebagian masyarakat, cerita itu diyakini berangkat dari keberadaan benda-benda kuno yang pernah dikenal oleh generasi terdahulu.

Cerita tersebut kemudian disampaikan secara lisan kepada anak-anak dan cucu mereka hingga menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat.

Namun, ada pula pandangan yang melihat kisah tujuh tajau dan kutukan menjadi kuyang sebagai mitos atau bentuk pantangan leluhur.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.