Polres Bangka Tengah Gelar Polidik, K-SAS Dukung Edukasi Antiperundungan

by -2618 Views
Foto ; repro/dok/polresbangkatengah*
banner 468x60

Pendekatan pemulihan juga dapat diperlukan, tanpa mengabaikan pertanggungjawaban atas tindakan yang terbukti melanggar aturan.

Pelajar yang menyaksikan perundungan pun memiliki peran penting.

banner 336x280

Mereka dapat membantu korban mencari pertolongan, menyampaikan kejadian kepada guru atau pihak sekolah, dan tidak ikut menyebarkan rekaman maupun komentar yang mempermalukan korban.

Keberanian bertindak harus tetap mempertimbangkan keselamatan diri dan menghindari konfrontasi yang berpotensi memperburuk keadaan.

Di sisi lain, pembinaan mengenai kenakalan remaja dan narkotika akan lebih berdampak apabila disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, contoh yang relevan, serta kesempatan bagi siswa untuk bertanya.

Informasi yang jelas membantu pelajar membedakan perilaku berisiko, pelanggaran tata tertib, dan perbuatan yang dapat berujung pada proses hukum.

Orang tua juga perlu menjadi mitra utama sekolah dan kepolisian. Perhatian terhadap perubahan perilaku anak, komunikasi tanpa menghakimi, serta kesediaan mendengarkan keluhan dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini.

Ketika anak mengalami persoalan, respons yang mengutamakan keselamatan dan pendampingan akan lebih mendukung penyelesaian dibandingkan tindakan yang hanya berfokus pada hukuman.

Bagi kepolisian, program pendidikan seperti Polidik dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan fungsi kepolisian, menjelaskan konsekuensi hukum secara proporsional, serta membangun pemahaman bahwa keamanan merupakan kepentingan bersama.

Agar manfaatnya berkelanjutan, kegiatan semacam ini perlu dilengkapi evaluasi, koordinasi dengan pihak sekolah, dan mekanisme tindak lanjut apabila ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Rizaltan berharap semangat kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan upacara atau penyuluhan sesaat.

Menurutnya, kedekatan polisi dengan pelajar dan masyarakat perlu diterjemahkan menjadi program yang konsisten, sehingga pesan mengenai disiplin, antiperundungan, bahaya narkoba, dan kepatuhan terhadap hukum benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan masyarakat, katanya, perlu disertai partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan yang aman dan tertib.

Sekolah, keluarga, komunitas, dan aparat dapat saling melengkapi melalui pendidikan karakter, pengawasan yang bertanggung jawab, pelaporan yang tepat, serta penyelesaian masalah yang mengutamakan keselamatan dan keadilan.

Program Polidik di SMA Negeri 1 Koba menjadi pengingat bahwa membangun generasi berintegritas tidak dapat dibebankan kepada satu pihak.

Kepolisian dapat memberikan edukasi dan perlindungan sesuai kewenangannya, sekolah bertanggung jawab menciptakan iklim belajar yang aman, sementara keluarga dan masyarakat berperan menanamkan nilai serta memberi dukungan kepada anak.

Dengan kerja sama yang terarah dan berkesinambungan, upaya mencegah perundungan, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan narkotika diharapkan semakin kuat.

Tujuan akhirnya bukan sekadar menghindarkan pelajar dari pelanggaran, melainkan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, menghormati sesama, memahami tanggung jawab hukum, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. | TriBrataPost.Com | */Redaksi | *** |

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.