Polres Bangka Tengah Gelar Polidik, K-SAS Dukung Edukasi Antiperundungan

by -2612 Views
Foto ; repro/dok/polresbangkatengah*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Kegiatan Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) yang digelar Polres Bangka Tengah di SMA Negeri 1 Koba, Senin (19/10/2026), mendapat dukungan dari Komunitas Suyudi Ario Seto (K-SAS).

Program yang mengedepankan edukasi kepada pelajar tersebut dinilai penting untuk membangun lingkungan sekolah yang aman, mencegah perundungan, menekan kenakalan remaja, serta meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan konsekuensi hukumnya.

banner 336x280

Juru Bicara K-SAS, Rizaltan, menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan pendidikan merupakan langkah positif untuk memperkuat hubungan antara aparat penegak hukum, sekolah, pelajar, dan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran polisi di lingkungan pendidikan tidak hanya berfungsi menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban, tetapi juga membuka ruang komunikasi serta menumbuhkan keteladanan bagi generasi muda.

“Kami sangat mendukung kegiatan Polisi Peduli Pendidikan. Melalui kegiatan seperti ini, polisi dapat menjadi panutan sekaligus menjalankan perannya sebagai penegak hukum di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Rizaltan.

Ia menilai pendekatan edukatif kepada siswa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelajar semakin memahami pentingnya menghormati sesama, menaati aturan, menjauhi perilaku berisiko, serta ikut menjaga suasana sekolah yang kondusif.

“Kami mendukung upaya kepolisian untuk semakin dekat dengan berbagai kalangan, termasuk para pelajar.

Dengan begitu, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya keterlibatan bersama dalam mewujudkan delapan prioritas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, sebagaimana yang kami dukung,” jelasnya.

Dalam kegiatan di SMA Negeri 1 Koba tersebut, Wakapolres Bangka Tengah Kompol Widodo, S.H., bertindak sebagai pembina upacara.

Ia mengajak seluruh peserta didik menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan terbebas dari segala bentuk perundungan atau bullying.

Kompol Widodo menegaskan bahwa tindakan merendahkan, mengintimidasi, mengucilkan, maupun menyakiti teman tidak semestinya dianggap sebagai candaan biasa.

Perilaku tersebut dapat meninggalkan dampak terhadap kondisi emosional dan psikologis korban, mengganggu proses belajar, serta memengaruhi kepercayaan diri dan hubungan sosialnya.

“Jadilah pelajar yang saling menghargai, saling mendukung, dan tidak melakukan bullying dalam bentuk apa pun. Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar dan meraih cita-cita,” pesannya di hadapan peserta upacara.

Pesan tersebut menempatkan pencegahan perundungan sebagai tanggung jawab bersama.

Lingkungan pendidikan yang sehat tidak cukup dibangun melalui tata tertib tertulis, tetapi juga membutuhkan kepedulian siswa, ketegasan pendidik, dukungan orang tua, dan mekanisme penanganan yang dapat dipercaya ketika terjadi pelanggaran.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan yang membahas sejumlah persoalan penting bagi kehidupan remaja.

Kasat Binmas Polres Bangka Tengah IPTU Jemmi, S.H., memberikan materi mengenai kenakalan remaja dan mengajak para siswa menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, maupun orang lain.

Edukasi tersebut penting karena masa remaja merupakan periode pembentukan identitas, penguatan nilai, dan perkembangan kemampuan mengambil keputusan.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.