Rajo Ameh Usul Giuseppe Garibaldi Dinamai KRI Sriwijaya

by -2779 Views
Foto ; repro/dok/ig*/ilustrasi*
banner 468x60

Catatan mengenai ekspedisi dan kekuatan Sriwijaya menunjukkan bahwa laut bukan sekadar jalur transportasi, tetapi menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi, politik dan pertahanan kerajaan tersebut.

Bagi Indonesia masa kini, warisan tersebut dapat menjadi simbol penting ketika negara tengah membangun kembali kekuatan maritim.

banner 336x280

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang sangat luas dan kepentingan strategis yang terbentang dari kawasan Samudra Hindia hingga Pasifik.

Karena itu, identitas maritim tidak hanya menyangkut kekuatan militer, tetapi juga perlindungan wilayah laut, keamanan pelayaran, ekonomi kelautan serta kehidupan masyarakat pesisir.

Rajo Ameh menilai penamaan KRI Sriwijaya dapat menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai bangsa bahari.

Pesan tersebut dianggap relevan dengan keberadaan kapal induk yang akan menjadi salah satu simbol baru kekuatan maritim Indonesia.

Kapal Giuseppe Garibaldi sendiri bukan kapal biasa. Angkatan Laut Italia mencatat kapal tersebut dibangun di Monfalcone, diluncurkan pada 4 Juni 1983 dan mulai bertugas pada 1985.

Kapal memiliki panjang sekitar 180,2 meter, kecepatan maksimum 30 knot dan kemampuan membawa sejumlah pesawat serta helikopter sesuai kebutuhan operasional.

Selama masa pengabdiannya, Giuseppe Garibaldi menjalankan berbagai misi internasional. Angkatan Laut Italia mencatat keterlibatannya dalam sejumlah operasi, termasuk di Somalia, Kosovo, Afghanistan, Lebanon dan Libya.

Kapal tersebut juga pernah berperan sebagai pusat komando dan mendukung operasi udara serta operasi amfibi.

Pada 2025, Angkatan Laut Italia menyatakan Giuseppe Garibaldi telah mengakhiri aktivitas operasionalnya dan menyerahkan tongkat estafet kepada kapal Trieste.

Dengan proses transfer ke Indonesia, kapal tersebut memasuki babak baru dalam sejarah pengabdiannya.

Indonesia sendiri telah menyiapkan kedatangan kapal tersebut. Menurut keterangan TNI AL yang dikutip ANTARA, Garibaldi saat ini berada di Laut Arab dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 17 September 2026 apabila perjalanan berjalan tanpa kendala.

Saat memasuki wilayah Indonesia, kapal tersebut akan mendapat pengawalan sedikitnya dua KRI fregat serta unsur udara Puspenerbal.

Kehadiran Garibaldi sekaligus menandai babak baru bagi TNI AL. Kapal tersebut disebut sebagai kapal induk pertama Indonesia, meskipun konfigurasi dan pemanfaatannya di Indonesia akan disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan nasional.

Sejumlah keterangan menyebut kapal akan diarahkan untuk mendukung operasi helikopter dan wahana udara nirawak, serta memiliki fungsi lain sesuai kebutuhan TNI AL.

Bagi masyarakat pesisir dan nelayan tradisional, perkembangan kekuatan maritim Indonesia juga memiliki makna yang lebih luas.

Kekuatan laut tidak semestinya hanya dipahami dalam perspektif pertahanan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menjaga kedaulatan, keamanan wilayah perairan, keselamatan pelayaran dan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.