Rajo Ameh Usul Giuseppe Garibaldi Dinamai KRI Sriwijaya

by -2703 Views
Foto ; repro/dok/ig*/ilustrasi*
banner 468x60

Dalam perspektif tersebut, usulan nama KRI Sriwijaya membawa pesan simbolis bahwa modernisasi pertahanan sebaiknya tetap memiliki akar sejarah Nusantara. Teknologi kapal modern dapat berjalan berdampingan dengan identitas sejarah bangsa.

Rajo Ameh berharap pemerintah mempertimbangkan seluruh aspek tersebut sebelum menetapkan nama resmi kapal.

banner 336x280

Ia menilai nama Sriwijaya memiliki kekuatan simbolik karena mengingatkan generasi sekarang bahwa laut pernah menjadi sumber kekuatan utama Nusantara.

Usulan itu juga membuka ruang diskusi publik mengenai bagaimana Indonesia memberi nama alat utama sistem persenjataan.

Penamaan kapal perang dapat menjadi bagian dari pendidikan sejarah, membangun kebanggaan nasional sekaligus memperkenalkan kembali tokoh dan peradaban maritim Nusantara kepada generasi muda.

Namun, keputusan akhir tetap berada pada pemerintah melalui mekanisme yang berlaku. TNI AL sendiri telah menegaskan bahwa penamaan resmi Giuseppe Garibaldi masih dalam proses administrasi dan menunggu persetujuan pimpinan.

Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara nama yang masih menjadi usulan dengan nama yang telah ditetapkan secara resmi.

Di tengah proses tersebut, gagasan Rajo Ameh memberikan perspektif berbeda: modernisasi kekuatan pertahanan tidak harus membuat Indonesia kehilangan jejak sejarah.

Sebaliknya, kapal modern dapat menjadi simbol yang menghubungkan kemampuan teknologi masa kini dengan kejayaan maritim masa lalu.

Apakah nantinya kapal tersebut bernama KRI Gajah Mada, KRI Sriwijaya atau nama lain, keputusan resmi pemerintah akan menjadi penentu.

Yang terpenting, kapal tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol kekuatan, tetapi juga mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki kepentingan besar terhadap keamanan dan kedaulatan laut.

Bagi Rajo Ameh, nama Sriwijaya adalah pilihan yang memiliki pesan kuat: bahwa Indonesia bukan bangsa yang baru mengenal laut, melainkan bangsa yang memiliki sejarah panjang, tradisi dan pengalaman sebagai kekuatan maritim.

“Harapan saya, negara lebih memilih KRI Sriwijaya,” tegas Rajo Ameh.

Usulan tersebut kini menjadi bagian dari percakapan publik menjelang kedatangan Giuseppe Garibaldi ke Indonesia.

Keputusan akhirnya bukan hanya soal nama sebuah kapal, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk kembali menghidupkan kesadaran bahwa masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada bagaimana bangsa ini menjaga, mengelola dan mempertahankan lautnya. | TriBrataPost.Com | */Redaksi | *** |

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.