Rajo Ameh Usul Giuseppe Garibaldi Dinamai KRI Sriwijaya

by -2717 Views
Foto ; repro/dok/ig*/ilustrasi*
banner 468x60

TriBrataPost.Com | JSCgroupmedia ~ Ketua Umum Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI), Rajo Ameh, mengusulkan agar kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) yang akan memperkuat armada pertahanan maritim Indonesia diberi nama KRI Sriwijaya.

Menurut Rajo Ameh, nama tersebut dinilai lebih mencerminkan akar sejarah kemaritiman Nusantara dan kejayaan kekuatan laut Indonesia pada masa Kerajaan Sriwijaya.

banner 336x280

“Menurut saya, kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi lebih pas diberi nama KRI Sriwijaya karena zaman dahulu Kerajaan Sriwijaya bukan hanya berpengaruh di laut Indonesia, tetapi hingga ke Laut Hindia dan bahkan hampir seluruh Asia Tenggara,” ujar Rajo Ameh.

Usulan tersebut disampaikan Rajo Ameh di tengah proses penentuan nama baru kapal induk yang saat ini masih berlangsung.

Kapal eks Angkatan Laut Italia itu telah berlayar menuju Indonesia dan berdasarkan keterangan terbaru TNI AL diperkirakan tiba di Tanah Air pada 17 September 2026. Saat perjalanan, kapal masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan bendera Italia.

Kementerian Pertahanan sebelumnya memastikan Komisi I DPR RI telah menyetujui secara prinsip penerimaan hibah satu unit kapal ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI.

Hibah tersebut menjadi bagian dari penguatan pertahanan maritim Indonesia sekaligus modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.

Namun, mengenai nama resmi kapal setelah menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut, keputusan final belum diumumkan.

Sebelumnya, nama KRI Gajah Mada disebut dalam keterangan sejumlah pejabat sebagai rencana penamaan. Pada perkembangan berikutnya, muncul informasi mengenai KRI Sriwijaya sebagai alternatif.

TNI AL menegaskan proses penamaan masih menunggu persetujuan pimpinan.

Karena itu, usulan Rajo Ameh terhadap nama KRI Sriwijaya perlu ditempatkan sebagai aspirasi dan gagasan publik, bukan sebagai keputusan resmi pemerintah.

Bagi Rajo Ameh, pemberian nama kapal perang bukan sekadar persoalan administratif. Nama sebuah kapal perang memiliki dimensi sejarah, identitas nasional dan pesan strategis mengenai karakter bangsa yang memilikinya.

Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, sejarah maritim Nusantara dinilai memiliki banyak figur dan kerajaan yang dapat menjadi sumber inspirasi penamaan alutsista.

“Jadi saya berharap negara bisa lebih memilih nama KRI Sriwijaya yang memang memiliki angkatan laut terkuat saat itu,” harap Rajo Ameh.

Gagasan tersebut memiliki konteks sejarah yang kuat.

Materi yang dipublikasikan TNI Angkatan Laut mengenai jejak kejayaan maritim Nusantara menyebut Sriwijaya sebagai salah satu kerajaan maritim besar Nusantara yang berkembang sekitar abad ke-7 hingga abad ke-11.

Pada masa kejayaannya, pengaruh Sriwijaya disebut membentang ke sejumlah wilayah Asia Tenggara. Sumber yang sama juga menggambarkan kekuatan armada laut Sriwijaya dalam menguasai jalur perdagangan maritim kawasan.

Dalam sumber TNI AL tersebut disebutkan pula bahwa pada akhir abad ke-7, kekuatan laut Sriwijaya telah memiliki peran dominan dalam jalur perdagangan laut Asia Tenggara.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.