Revisi UU Pemilu Dinilai Penting untuk Perkuat Kualitas Demokrasi

by -2458 Views
Foto ; dok/kpuri*
banner 468x60

Menurutnya, penyederhanaan sistem dan penguatan regulasi menjadi langkah penting untuk mengurangi berbagai persoalan teknis yang selama ini kerap muncul dalam penyelenggaraan pemilu.

Dalam diskusi podcast tersebut, Idham juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu agar mampu bekerja lebih profesional dan responsif terhadap perkembangan zaman, terutama di era digitalisasi informasi yang bergerak sangat cepat.

banner 336x280

Ia menjelaskan bahwa tantangan penyelenggaraan pemilu saat ini semakin kompleks, tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga menyangkut penyebaran informasi di ruang digital, partisipasi masyarakat, hingga meningkatnya tuntutan transparansi publik terhadap penyelenggara pemilu.

Karena itu, menurutnya, revisi UU Pemilu juga harus mampu mengakomodasi perkembangan teknologi dan kebutuhan tata kelola demokrasi modern.

“Kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh proses pemungutan suara, tetapi juga oleh kualitas tata kelola penyelenggaraannya. Karena itu, pembenahan regulasi menjadi sangat penting,” katanya.

Kunjungan kerja dan podcast yang dilaksanakan di KPU Kota Cirebon tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan koordinasi kelembagaan antara KPU RI dengan jajaran KPU daerah.

Melalui kegiatan itu, diharapkan terjadi pertukaran gagasan dan pengalaman yang dapat menjadi bahan evaluasi bersama dalam memperkuat sistem kepemiluan nasional.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, termasuk efektivitas tahapan pemilu serentak, penguatan sistem pengawasan, peningkatan kualitas pelayanan kepada pemilih, hingga perlunya harmonisasi regulasi antar-lembaga penyelenggara pemilu.

Diskusi juga menyinggung pentingnya membangun sistem pemilu yang lebih adaptif terhadap dinamika sosial dan politik masyarakat.

Hal itu dianggap penting mengingat tingkat partisipasi publik dan ekspektasi masyarakat terhadap kualitas demokrasi terus mengalami peningkatan.

Selain membahas aspek regulasi, Idham Holik juga menegaskan bahwa penguatan integritas penyelenggara pemilu tetap menjadi prioritas utama.

Menurutnya, regulasi yang baik harus didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip demokrasi.

Ia mengatakan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan pemahaman regulasi, serta pengembangan budaya kerja yang transparan dan akuntabel menjadi bagian penting dalam reformasi elektoral di Indonesia.

Dalam konteks tersebut, revisi UU Pemilu diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan normatif, tetapi juga mampu mendorong perbaikan sistemik terhadap tata kelola pemilu secara menyeluruh.

Penguatan regulasi juga dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum dalam setiap tahapan pemilu, sekaligus meminimalisasi potensi sengketa maupun konflik yang dapat mengganggu stabilitas demokrasi.

Di sisi lain, keterlibatan berbagai pihak dalam proses evaluasi dan penyusunan rekomendasi revisi UU Pemilu menunjukkan bahwa reformasi elektoral membutuhkan pendekatan kolaboratif.

Partisipasi akademisi, masyarakat sipil, penyelenggara pemilu, hingga pemerintah dianggap menjadi elemen penting dalam membangun sistem demokrasi yang lebih baik.

Pengamat menilai, evaluasi terhadap sistem pemilu perlu dilakukan secara berkelanjutan mengingat dinamika politik dan perkembangan teknologi terus memengaruhi pola penyelenggaraan demokrasi di Indonesia.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.