Rudianto Tjen Bangkitkan Semangat Santri di Beltim

by -2296 Views
Foto ; dok/gesuri*
banner 468x60

Selain mengajarkan ilmu agama, pesantren juga membentuk budaya gotong royong, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda.

Rudianto Tjen dalam kesempatan itu juga mengajak para santri untuk tidak minder berasal dari daerah. Menurutnya, banyak tokoh nasional lahir dari wilayah-wilayah kecil dengan segala keterbatasan.

banner 336x280

Ia menekankan bahwa semangat belajar dan keberanian bermimpi menjadi faktor utama yang menentukan masa depan seseorang.

“Anak daerah punya peluang yang sama untuk sukses. Jangan pernah merasa kecil hanya karena berasal dari kampung atau daerah terpencil,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kecerdasan tanpa kejujuran justru dapat membawa seseorang ke arah yang salah.

Karena itu, pendidikan moral harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik.

Kegiatan kunjungan berlangsung interaktif. Selain sesi motivasi, para santri juga diberikan kesempatan berdialog langsung mengenai pendidikan, dunia kerja, hingga tantangan generasi muda di era digital.

Beberapa santri bahkan menyampaikan cita-cita mereka untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan mengabdi kembali di daerah.

Suasana akrab terlihat ketika Rudianto Tjen berbaur bersama para santri dan pengurus pondok.

Ia juga menyempatkan diri meninjau sejumlah fasilitas pesantren serta berbincang dengan masyarakat sekitar.

Bagi masyarakat Desa Mayang dan Kecamatan Kelapa Kampit, kunjungan tersebut menjadi perhatian tersendiri.

Kehadiran wakil rakyat pusat di tengah lingkungan pesantren dianggap memberikan semangat baru bagi pengembangan pendidikan di wilayah itu.

Di tengah dinamika sosial dan tantangan generasi muda saat ini, pesan tentang pentingnya kerja keras, disiplin, dan kejujuran yang disampaikan dalam kunjungan tersebut dinilai relevan.

Pendidikan bukan hanya soal memperoleh nilai tinggi, tetapi juga membentuk karakter kuat agar mampu menghadapi perubahan zaman.

Kunjungan Rudianto Tjen ke Pesantren Roudlotus Shaliyyin Al-Mustarsyidin akhirnya bukan sekadar agenda seremonial.

Pertemuan itu menjadi ruang inspirasi bagi para santri dan masyarakat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih masa depan.

Di tengah derasnya tantangan era modern, pesan tentang pentingnya integritas, pendidikan, dan semangat pantang menyerah menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia tetap menjadi fondasi utama kemajuan daerah dan bangsa. | TriBrataPost.Com | */Redaksi | *** |

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.