Siswa SD Tewas Diduga Akibat Freestyle Viral, Orangtua Diingatkan

by -2467 Views
Foto ; dok/pbtd*
banner 468x60

Selain keluarga, sekolah juga memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran keselamatan bagi peserta didik.

Edukasi tentang bahaya meniru aksi ekstrem atau challenge viral perlu disampaikan secara rutin melalui pendekatan yang mudah dipahami anak-anak.

banner 336x280

Praktisi pendidikan menilai pembelajaran mengenai literasi digital sudah seharusnya diperkenalkan sejak usia dini. Anak-anak perlu diajarkan bahwa tidak semua hal yang viral di internet layak ditiru.

“Anak-anak harus diberi pemahaman sederhana bahwa apa yang terlihat menyenangkan di video belum tentu aman dilakukan,” ujar seorang pemerhati pendidikan dasar.

Fenomena challenge berbahaya sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai negara pernah menghadapi kasus serupa yang melibatkan anak-anak dan remaja akibat meniru konten media sosial.

Mulai dari aksi melompat ekstrem, permainan menahan napas, hingga freestyle berisiko tinggi pernah menjadi perhatian dunia karena menyebabkan cedera serius bahkan kematian.

Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui sejumlah lembaga pendidikan dan perlindungan anak beberapa kali mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan internet bagi anak-anak.

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama lembaga perlindungan anak juga terus mendorong literasi digital agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Namun tantangan di lapangan masih cukup besar. Penggunaan gawai pada anak usia dini terus meningkat, sementara tidak semua orang tua memiliki pemahaman memadai mengenai pengawasan digital.

Sebagian orang tua bahkan memberikan akses telepon genggam tanpa batas waktu karena alasan praktis atau kesibukan pekerjaan. Kondisi tersebut membuat anak lebih rentan mengakses berbagai konten tanpa pendampingan.

Peristiwa di Lenek Baru juga menjadi refleksi penting bahwa keamanan anak tidak hanya berkaitan dengan lingkungan fisik, tetapi juga ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di tengah derasnya arus informasi, anak-anak membutuhkan pendampingan agar mampu menggunakan teknologi secara positif dan aman.

Masyarakat setempat mengaku terkejut dan sedih atas kejadian tersebut. Hamad Izan Wadi dikenal sebagai anak yang aktif dan ceria di lingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya.

Kehilangan seorang anak di usia sangat muda meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Banyak warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sejumlah tokoh masyarakat juga mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas bermain anak, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Menurut mereka, pengawasan tidak cukup hanya melarang, tetapi juga perlu dibarengi komunikasi yang hangat agar anak merasa nyaman bercerita mengenai apa yang mereka lihat dan lakukan.

Di sisi lain, para ahli menilai platform digital juga memiliki tanggung jawab untuk memperketat pengawasan terhadap konten berbahaya yang mudah diakses anak-anak.

Konten yang mengandung aksi ekstrem atau berisiko tinggi dinilai perlu diberi pembatasan usia dan pengawasan lebih ketat agar tidak mudah ditiru.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.